Waspada Diare Berkepanjangan pada Balita dan Anak

By On Tuesday, November 29th, 2016 Categories : Penyakit

Diare berkepanjangan pada balita dan anak yang perlu Anda waspadai, karena diare yang tak kunjung sembuh bisa jadi sudah kronis. Diare berkepanjangan merupakan diare yang berlangsung dalam waktu lebih dari satu atau dua minggu, bahkan bisa lebih.

Penyakit diare merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, parasit dan virus yang masuk kedalam sistem pencernaan. Biasanya jenis bakteri yang menyebabkan diare tersebut seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan E. Coli akan masuk kedalam perut lewat makanan, sehingga mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan. Jika sudah demikian maka akan mengalami sering buang air besar.

Gejala penyakit diare umumnya ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan, ini karena sistem pencernaan sudah terinfeksi oleh bakteri. Ketika balita dan anak terserang diare, maka perlu adanya penanganan secepat mungkin, karena jika tidak bisa mengalami dehidrasi akibat banyak kekurangan cairan karena sering buang air besar. Bahkan yang lebih parah jika sampai mengalami dehidrasi, kemungkinan buruk bisa berujung pada kematian. Untuk para orang tua maka harus selalu waspada dengan mengetahui kondisi balita dan anak Anda saat diare.

diare berkepanjangan pada balita dan anak

waspada diare berkepanjangan pada balita dan anak

Penyebab diare pada balita dan anak

Umumnya yang menjadi faktor penyebab diare pada balita dan anak adalah infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri, virus dan parasit yang masuk kedalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi. Berikut ini ada beberapa faktor penyebab diare pada balita dan anak, yaitu :

  1. Infeksi

Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, cacing perut dan jamur.

  1. Makanan

Biasanya makanan yang kurang bersih atau terkontaminasi menjadi penyebabnya diare pada balita dan anak, bahkan ada yang alergi pada makanan tertentu.

  1. Gangguan penyerapan

Gangguan penyerapan seperti karbohidat, lemak, protein bisa menjadi penyebabnya penyakit diare pada balita dan anak.

  1. Psikologis

Psikologis anak biasanya masih sangat terganggu, biasanya rasa takut, kecemasan anak.

  1. Antibiotik

Jika balita dan anak selama diare memakai antibiotik, bisa jadi ini mengakibatkan diare selama pengobatan yang dijalaninya.

Penyebab diare pada balita dan anak tersebut biasanya akan menunjukan gejala pada penderitanya dengan tanda yang berbeda tergantung pada penyebabnya. Namun, secara umum ditandai dengan rasa lemas, mual, muntah, tinja encer, demam, nafsu makan berkurang, buang air besar lebih dari tiga kali sehari.

Pengobatan diare pada balita dan anak

Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit diare pada anak dan balita yang dapat dilakukan. Cara yang umum dilakukan guna mengobati diare pada balita dan anak yaitu sebagai berikut :

  • Penggantian cairan dan elektrolit

Pada saat anak terkena diare biasanya kekurangan cairan dan elektrolit, bahkan bisa sampai dehidrasi, maka perlu adanya tindakan untuk mengganti cairan dan elektrolit.

  • Antibiotik

Antibiotik diberikan pada saat diare, namun jangan terlalu digunakan secara rutin. Biasanya antibiotik diberikan untuk yang sedang mengalami disentri.

  • Oralit

Pemberian oralit bisa diminum pada saat diare untuk mengurangi dehidrasi.

  • Obat diare

Berikan obat diare, tetapi pemberian obat biasanya untuk mereka yang memiliki aktivitas bepergian jauh.

Ada sebagian penderita diare yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa melakukan tindakan pengobatan. Namun, jika balita dan anak menderita diare yang parah bahkan berkelanjutan dan mulai menunjukan dehidrasi segeralah bawa ke dokter.

Pada saat balita dan anak mengalami diare, sebaiknya perlu memberikan makanan yang bergizi. Pemberian makanan yang bergizi agar tidak kekurangan gizi dan lemas. Diare pada balita dan anak juga memungkinkan penderita beresiko mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Perlunya pemberian elektrolit untuk mencegah resiko terjadinya dehidrasi pada balita dan anak yang menderita diare.

Dehidrasi biasanya ditandai dengan kondisi balita dan anak yang menjadi rewel karena haus yang sangat amat, warna urin pun menjadi lebih gelap. Mulut dan mata pada balita dan anak tampak menjadi lebih kering dari biasanya bahkan merasa pusing saat berdiri, yang lebih parahnya lagi bisa sampai tidak buang air kecil selama 6 jam atau lebih. Mulut dan bibir pun menjadi kering, demam tinggi, muntah bahkan pada saat buang air besar ada bercak darah pada tinja yang dikeluarkannya.

Baca juga : diare pada bayi dan balita

Cara mencegah diare pada balita dan anak

Ketika diare menyerang balita dan anak Anda, selain melakukan pengobatan penting juga untuk melakukan tindakan pencegahan, karena diare merupakan jenis penyakit yang dapat menular. Ada beberapa cara pencegahan diare pada balita dan anak yang dapat dilakukan, yaitu :

  • Biasakan anak Anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Cuci peralatan makanan dan minuman dengan sabun
  • Simpan peralatan makanan dan minuman buat balita dan anak Anda juga keluarga di wadah yang bersih dan tertutup
  • Bersihkan dan cuci mainan balita dan anak Anda setelah selesai digunakan
  • Jaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan

Pentingnya langkah pencegahan selain melakukan pengobatan agar penyakit diare tidak dapat menular dan menyebar, karena diare bukan hanya berdampak pada penderitanya saja. Namun, jika diare yang diderita balita dan anak Anda tidak kunjung sembuh setelah mendapatkan pengobatan, maka segeralah bawa ke dokter guna melakukan penanganan lebih lanjut.

Waspada Diare Berkepanjangan pada Balita dan Anak | admin | 4.5