Diare pada Bayi dan Balita yang Perlu Diwaspadai

By On Thursday, April 28th, 2016 Categories : Penyakit

Diare pada bayi dan balita sangat sering terjadi, bahkan diare merupakan penyebab kematian tertinggi pada bayi dan balita. Penyebab kematian tersebut dikarenakan akibat diare yang berujung kepada kondisi dehidrasi. Bayi dan balita sangat rentan dan beresiko mengalami dehidrasi ketika menderita diare.

Penyakit diare merupakan penyakit dimana penderita akan sering mengalami buang air besar, ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan. Pada bayi dan balita, biasanya disebabkan karena infeksi usus, alergi terhadap makanan tertentu, virus dan parasit. Selain itu, kekebalan tubuh bayi dan balita ini masih dalam tahap berkembang juga lebih rentan tertular penyakit.

Maka dari itu untuk Anda para Ibu harus waspada dan memperhatikan kondisi bayi dan balita Anda. Penyakit diare memang umum dan bisa menyerang siapa saja pada semua kalangan. Dari mulai bayi dan balita, anak-anak hingga orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan pada bayi dan balita yang menderita diare tentunya berbeda dengan orang dewasa, maka dari itu kenali gejala dan tandanya. Setelah itu, bisa langsung segera melakukan tindakan penangan, yaitu pengobatan juga pencegahan.

diare pada bayi dan balita

diare pada bayi dan balita yang perlu diwaspadai

Penyebab diare pada bayi dan balita

Penyebab penyakit diare pada bayi dan balita tentunya disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi, virus, parasit dan perubahan pola makanan. Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan diare pada bayi dan balita, yaitu :

  1. Infeksi

Bayi dan balita yang sering menyentuh benda yang belum tentu bersih rentan terinfeksi, karena mereka sering memasukan tangannya yang kotor kedalam mulut. Slain itu juga kekebalan tubuh mereka masih rentan terserang penyakit. Balita dan bayi mudah terinfeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit.

  1. Makanan dan minuman

Bayi dan balita yang sudah bisa mencerna makanan padat dan sedang mengalami diare, sebaiknya sementara untuk menjauhi makanan yang berminyak, berserat tinggi, manis. Ini dikarenakan jenis makanan tersebut bisa memperburuk diare mereka. Ada juga bayi dan balita yang alergi terhadap makanan tertentu, ini juga yang bisa menyebabkan mereka diare.

  1. Antibiotik

Pada saat bayi dan balita Anda mengalami diare, dan menggunakan antibiotik, ini berhubungan dengan pengobatan diare yang dijalani. Antibiotik sendiri dapat membunuh bakteri baik dalam usus, sedangakan bakteri baik yang ada dalam usus membantu pencernaan. Antibiotik ini bisa jadi penyebab diare tambah parah.

Gejala diare pada bayi dan balita

Gejala diare pada bayi dan balita tentunya berbeda dengan orang dewasa, maka dari itu kenali dan ketahuilah. Jika bayi dan balita Anda mengalami gejala-gejala seperti berikut ini, maka segeralah periksakan bayi dan balita Anda ke dokter.

  • Muntah-muntah
  • Terlihat lesu
  • Tinja berwarna gelap atau ada bercak darah
  • Sakit perut
  • Demam tinggi
  • Nafsu makan berkurang

Pada saat bayi dan balita Anda diare, keseimbangan air dan garam didalam tubuhnya berkurang. Kondisi ini yang dapat memicu terjadinya dehidrasi dan dapat mengancam nyawa pada bayi dan balita Anda. Selain gejala diare, resiko dehidrasi juga sangat mungkin, maka dari itu ketahui juga gejala dehidrasi pada bayi dan balita Anda.

Gejala dehidrasi pada bayi dan balita

Semua orang tua harus waspada akan terjadinya dehidrasi pada bayi dan balitanya pada saat sedang mengalami diare, karena dehidrasi dapat dengan cepat memperburuk kondisi tubuh bayi dan balita Anda. Berikut ini gejala dehidrasi pada bayi dan balita yang perlu dikethui, yaitu :

  • Mulut dan bibir kering
  • Saat menangis tidak keluar air mata
  • Lebih jarang buang air kecil
  • Kulitnya terasa lebih kering

Cara menangani dehidrasi pada bayi dan balita

Agar kondisi buruk pada saat bayi dan balita Anda mengalami diare, untuk mencegahnya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani dehidrasi, yaitu :

  • Terus memberikan ASI untuk mencukupi kebutuhan cairan didalam tubuhnya
  • Jika bayi dan balita Anda tidak mengkonsumsi ASI, tambahkan air pada susu formulanya biar encer. Kalau bisa ganti susu formula dengan susu yang bebas laktosa, karena tubuh bayi dan balita lebih sulit mencerna laktosa, sehingga dapat memperburuk diare
  • Hindari membikan jus atau minuman yang mengandung karbonasi
  • Berikan oralit secara teratur
  • Hindarkan bayi dan balita Anda dari paparan sinar matahari terlebih dahulu, agar tidak berkeringat secara berlebihan
  • Jika kondisi semakin memburuk, segera mungkin bawa ke rumah sakit

Cara mengobati dan mencegah diare pada bayi dan balita

Setelah mengetahui tanda dan gejala yang ditimbulkan bayi dan balita yang menderita diare, maka langkah selanjutnya yaitu untuk segera melakukan pengobatan. Ada beberapa cara untuk mengobati diare pada bayi dan balita yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut :

  1. Elektrolit

Saat diare, cairan dan elektrolit bayi dan balita Anda akan menurun. Ini dikarenakan seringnya buang air besar. Maka pemberian cairan dan elektrolit secara cepat dan rutin dapat menggantikan cairan dan elektrolit didalam tubuh yang berkurang. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

  1. Makanan

Makanan harus diberikan terus pada bayi dan balita Anda, jika masih terus menerus buang air besar. Semua cairan yang keluar didalam tubuh harus digantikan juga dengan sering memberikan makanan, dengan porsi sedikit tentunya dan frekuensi yang teratur.

  1. Antibiotik

Berikan antibiotik pada bayi dan balita Anda pada saat diare, tetapi tidak boleh diberikan secara rutin. Kecuali pada bayi dan balita Anda yang sedang mengalami disentri. Karena antibiotik sendiri jika terlalu sering diberikan bisa membunuh bakteri baik yang ada didalam usus, sedangkan bakteri baik ini bermanfaat untuk memperlancar pencernaan.

  1. Ramuan tradisional

Berikan obat atau ramuan tradisional dari bahan alami, yang tentunya aman dan tanpa efek samping. Ramuan obat diare alami untuk bayi dan balita tersebut dari bahan alami seperti daun jambu biji, buah apel, buah sirsak, daun singkong.

Baca juga : penyakit diare pada anak

Cara mencegah diare pada bayi dan balita

Setelah mengobati diare, langkah pencegahan juga penting dilakukan, karena diare merupakan jenis penyakit yang beresiko menyebar dan menular. Berikut ini ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diare, yaitu :

  • Mencuci tangan bayi dan balita Anda secara rutin setelah bermain
  • Menjaga kebersihan bayi dan balita Anda, Anda juga yang merawat perlu menjaga kebersihan, agar tidak menularkan mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi
  • Jika bayi dan balita Anda mengkonsumsi susu formula, pastikan kebersihan dan keseterilan botol yang dipakai
  • Hindari makanan yang dikonsumsi orang dewasa
  • Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi bayi dan balita Anda

Bagi para Ibu untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan bayi dan balita Anda, karena bayi dan balita kondisinya kesehatannya masing sangat lemah, rentan terserang penyakit. Beri makanan yang bergizi dan imunisasi untuk menghindari resiko terserang berbagai jenis penyakit.

Diare pada Bayi dan Balita yang Perlu Diwaspadai | admin | 4.5